Tentang Kata
Pernah kalian melihat peta?
Di peta ada gambar dan simbol juga label untuk memberikan gambaran mengenai suatu tempat yang diwakili oleh peta. Namun peta itu sendiri bukan tempat yang diwakilinya. The map is not the territory. Begitu kata para pakar NLP (googling sendiri!).
Pikiran manusia yang maha dahsyat itu berbeda dari pikiran hewan, karena satu hal fundamental: manusia berpikir dan memandang dunia dengan kata dan rangkaian kata. Dengan kata-kata, pikiran manusia mampu memberi label, mengkategorikan, memisahkan, menyatukan, menghubungkan, menempatkan, meringkas, merangkum berbagai macam konsep mengenai hal yang kongkrit maupun yang abstrak.
Pikiran manusia terbentang seperti peta. Kata-kata bertindak sebagai simbol dan label yang saling berhubung, berjalinan, dan bertautan.
Selama hidupnya manusia terus belajar, mengumpulkan kata. Membentuk perpustakaan kata pribadi. Terkadang manusia merevisi sifat hubungan atau membuat jembatan hubungan baru antar kata.
Demi apa semua itu?
Demi manusia memahami dunia di sekelilingnya, menemukan tanda-tanda ayat-ayat dan makna-makna. Demi manusia berbuat dan memberi yang terbaik untuk ladang akhirat ini.
Di peta ada gambar dan simbol juga label untuk memberikan gambaran mengenai suatu tempat yang diwakili oleh peta. Namun peta itu sendiri bukan tempat yang diwakilinya. The map is not the territory. Begitu kata para pakar NLP (googling sendiri!).
Pikiran manusia yang maha dahsyat itu berbeda dari pikiran hewan, karena satu hal fundamental: manusia berpikir dan memandang dunia dengan kata dan rangkaian kata. Dengan kata-kata, pikiran manusia mampu memberi label, mengkategorikan, memisahkan, menyatukan, menghubungkan, menempatkan, meringkas, merangkum berbagai macam konsep mengenai hal yang kongkrit maupun yang abstrak.
Pikiran manusia terbentang seperti peta. Kata-kata bertindak sebagai simbol dan label yang saling berhubung, berjalinan, dan bertautan.
Selama hidupnya manusia terus belajar, mengumpulkan kata. Membentuk perpustakaan kata pribadi. Terkadang manusia merevisi sifat hubungan atau membuat jembatan hubungan baru antar kata.
Demi apa semua itu?
Demi manusia memahami dunia di sekelilingnya, menemukan tanda-tanda ayat-ayat dan makna-makna. Demi manusia berbuat dan memberi yang terbaik untuk ladang akhirat ini.
Komentar
Posting Komentar